Nyanyi angin -kau dengar itu?-

Michael Lukas Leopold Willmann

Michael Lukas Leopold Willmann

Angin yang menggelayut pada
dinding -kau dengar itu?- menyanyikan
koor muram, dengan guntur yang
jadi metronom.

seperti menyambut tetes-tetes
hujan yang menulis aksara
pada kaca jendela

kau tahu,
akan selalu ada amarah
pada kisah yang mendadak retak
seperti kali ini.

dan tetes hujan turun
berebut menulis aksara pada jendela.

pada detik-detik ini,
tidakkah setiap orang akan
jadi penyair?

Ciputat, 06 Maret 2005.

Popularity: 20% [?]

Terima kasih telah memilih situs yang anda suka di bawah untuk menyebarkan artikel ini:
  • Print this article!
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • LinkedIn
  • Live
  • MySpace
  • NewsVine
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • Twitter
  • Twitthis
  • Yahoo! Bookmarks
  • Yahoo! Buzz

Related posts:

  1. Tinggal sepi
  2. Hujan dan Sepotong Roti di Warung Kopi
  3. 11 Februari
  4. Amnesia… dan Corrine
  5. Puisi jam 3 pagi
  6. Jl. Sedap Malam

Amnesia… dan Corrine Disorientasi Nilai-nilai Politik Kita

No Comments

(Required)
(Required, will not be published)
CommentLuv Enabled

Comments links could be nofollow free.