Amnesia… dan Corrine

Saya sadar tentang ingatan
yang telah menguning dan ujungnya
terlipat. Tak ada album foto yang
membuat tetap necis dan merekat

ketika lupa demikian rakus,
cukup tinta menulis tentang
kota ini -ya, Ciputat. Karena
tak ada rindu pada purnama
yang di bayangnya kita main petak umpet

atau ketika ingatan demikian
renta, hanya Corrine meminta
puisi saya.

Ciputat, 25 Februari 2005.

Popularity: 22% [?]

Terima kasih telah memilih situs yang anda suka di bawah untuk menyebarkan artikel ini:
  • Print this article!
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • LinkedIn
  • Live
  • MySpace
  • NewsVine
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • Twitter
  • Twitthis
  • Yahoo! Bookmarks
  • Yahoo! Buzz

Related posts:

  1. Jl. Sedap Malam
  2. 11 Februari
  3. Hujan dan Sepotong Roti di Warung Kopi
  4. Puisi jam 3 pagi
  5. Tinggal sepi
  6. Nyanyi angin -kau dengar itu?-

Sulitnya Mencari Mahbub Djunaidi Nyanyi angin -kau dengar itu?-

No Comments

(Required)
(Required, will not be published)
CommentLuv Enabled

Comments links could be nofollow free.