Tv di mata saya, setelah beberapa hari puasa

TelevisiSeperti biasa, televisi selalu memasang perempuan-perempuan berkerudung dan laki-laki berpakaian necis, saban kali bulan puasa tiba. Sinetron-sinetron membiasakan diri dengan istilah-istilah berbahasa Arab, kalau perlu ditambah adegan pemerannya membaca Alquran meski dengan nada sumbang dan tajwid tidak karuan.

Tapi itu memang terlanjur biasa buat kita. Setiap bulan yang sama toh kita akan disuguhi cerita semacam seorang muslim yang saleh dan terus teraniaya sampai menjelang lebaran.

Tapi tahun ini memang berbeda. Saya menjadi lebih sensitif dari biasanya. Mungkin pengaruh dari sikap kurang ajar Malaysia yang akhir-akhir ini meningkat frekuensinya.

Tapi saya betul-betul muak melihat nasihat dan kata-kata bijak bertebaran di tiap channel, hampir tiap saat. Banyak orang yang mungkin tidak setuju dengan ini, tapi saya adalah orang yang akan merasa jengkel jika dinasihati dengan hal-hal yang sudah diketahui bersama, apalagi kalau itu sifatnya debatable. Parahnya, itu yang saya lihat tiap hari di tv selama bulan puasa ini.

Kita tahu, televisi sudah terlanjur banyak kesalahannya. Mulai dari mengubah keluguan bocah jadi beberapa belas tahun lebih tua (lihat acara idola-idolaan buat anak-anak),  menyebarkan gagasan-gagasan buruk seperti tradisi gosip, sampai menjadi alat penguasa untuk menutupi berita berbahaya dengan berita sampah yang sensasional. Lalu pada saat begini, bulan puasa tiba, mendadak tv yang terlebih dulu mengingatkan kita, seakan-akan kita tidak akan pernah punya ide kapan puasa itu tiba.

Tapi yang membuat saya lebih sensitif dengan televisi adalah kemuakan dan kejemuan saya melihat bulan puasa dijadikan semacam tren, sebagaimana semua televisi membicarakan Mancehester United ketika klub sepakbola ini mau datang ke negeri kta.

Saya bukan penganut agama yang baik dan taat, dan juga tidak mengagungkan sakralisasi agama. Tapi saya percaya bahwa cara terbaik memerlakukan agama adalah dengan menyelami perigi terdalamnya, sejauh yang kita mampu. Hal itu tidak akan didapat dengan membuatnya jadi selebrasi banal tahunan, sebagaimana diperlihatkan di televisi akhir-akhir ini.

Para penonton setia televisi akan mengikuti dengan patuh titah juru dongeng yang buruk ini (meminjam sebutan Kompas untuk televisi). Mereka mendadak mencari-cari lagi kain sarung dan selembar peci di pojok-pojok lipatan lemari mereka. Tapi sesudah itu semua akan kembali seperti semula, sinetron yang berisi perebutan harta, kuasa dan sebagainya, dengan kualitas yang membuat kita sakit perut.

Saya tidak tahu bagaimana cara menyelesaikan tulisan ini, karena beberapa menit lagi akan berbuka puasa, dan saya belum menyiapkan apa-apa. Mungkin akan dilanjutkan nanti, atau tidak sama sekali.

Popularity: 22% [?]

Masih dipusingkan dengan urusan pindah blog

Pindah blogPerpindahan kedua blog, yakni BloggerCiputat.com dan Blog Ahmad Makki ini, sudah diumumkan sejak sekitar seminggu lalu, namun sampai sekarang saya masih juga dibikin ribet dengan hal seputar rapi-rapi kedua blog baru ini. Kesulitan ini masih ditambah dengan “bandelnya” koneksi internet yang saya gunakan akhir-akhir ini. Konsekuensinya, saya pun kembali rajin untuk “menziarahi” warnet terdekat.

Segala hal-hal yang bikin ribet tersebut seakan menggenapi derita saya ketika pertama kali kedua blog ini aktif. Ya, domain Blogger Ciputat sempat terblokir dari koneksi internet laptop saya untuk beberapa hari. Entah bagaimana ceritanya saat ini hal tersebut sudah tidak terjadi lagi.

Tapi sisi baik di balik segala kesulitan ini, saya jadi lebih dituntut untuk teliti dalam mengurus blog. Sebagai contoh, beberapa kawan blogger yang tadinya sudah jarang saya kunjungi kini harus kembali saya jenguk demi kelancaran promosi blog baru. Selain itu saya jadi diingatkan kembali perlunya situs-situs pengagregasi blog seperti situs social media, situs direktori dan lain sebagainya.

Beberapa bulan terakhir saya memang agak malas mengembangkan blog saya, karena disibukkan dengan eksperimen-eksperimen lain. Semoga saja karena hal ini saya kembali rajin merawat blog saya dengan baik dan teliti, sebagaimana ketika baru belajar blogging dulu.

Harapan saya, semoga dalam waktu sebulan kedua blog baru saya ini sudah betul-betul siap untuk dikunjungi oleh kawan-kawan blogger. Dengan begitu saya tak usah lagi direpotkan dengan urusan edit sana edit sini, cukup berkonsentrasi dalam komunikasi dan silaturahmi antar blogger saja.

Popularity: 19% [?]

Presiden kita, akhir-akhir ini

Para presiden RI

Mbah Surip, penghibur yang disukai semua orang itu, mendadak meninggal. Bisa dimengerti betapa ribetnya seluruh komponen negeri ini menanggapi kepergian kakek gimbal yang satu ini. Ia wafat tepat di saat karirnya tengah menanjak. Presiden pun langsung menggelar jumpa pers untuk menyatakan rasa belasungkawanya atas kepergian penyanyi yang tenar lewat tembang “Tak Gendong” ini.
Read more…

Popularity: 42% [?]

Selesai pindah rumah

Alhamdulillah, akhirnya saya menyelesaikan juga tugas pindah “rumah”. Ya, blog saya yang lama mau tidak mau saya tinggalkan berdasarkan beberapa alasan, sebagaimana saya tulis di sana. Memang, sih, masih ada beberapa tugas lain, seperti memersonalisasi tampilan dan utak-atik hal lainnya. Namun saya pikir hal-hal tersebut bisa dilakukan sambil berjalan.
Read more…

Popularity: 100% [?]

Tulisan Saya di Tangerang Ekspres

Tulisan Ahmad Makki soal bom Kuningan

Tulisan Ahmad Makki soal bom Kuningan

Insya Allah tulisan saya berjudul Ambiguitas Pemerintah soal Bom Kuningan akan dimuat Tangerang Ekspres pagi ini (21 Juli 2009). Demi menghormati koran tersebut saya hanya akan memasang contoh gambarnya hingga versi cetaknya telah diterbitkan.

Popularity: 36% [?]